SISTEM PENDAKIAN

      No Comments on SISTEM PENDAKIAN

sistem pendakian

3. SISTEM PENDAKIAN

I. Himalayan system

Adalah system pendakian yang dipergunakan untuk perjalanan pendakian panjang, memakan waktu berminggu-minggu. System ini berkembang pada pendakian ke puncak-puncak pegunungan Himalaya. Kerjasama kelompok dalam system ini terbagi dalam beberapa tempat peristirahatan (base camp, fly camp). Walaupun hanya satu anggota tim yang berhasil mencapai puncak, pendakian ini dapat dikatakan berhasil.

II. Alpine system

Adalah system pendakian yang berkembang di pegunungan Alpen pada khususnya dengan tujuan agar semua pendaki mencapai puncak bersama-sama. System ini lebih cepat karena pendaki tidak perlu kembali ke base camp., karena perjalanan dilakukan secara bersama-sama dengan terus maju membuka Flying Camp.

4. Manajemen Perjalanan

I. Pra – Perjalanan

Yang paling penting dalam memulai setiap perjalanan adalah Motivasi yang mendorong terjadinya suatu perjalanan. Selanjutnya hal inilah yang akan menjadi tolak ukur selanjutnya. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai perjalanan adalah sbb :

I.1. Mengumpulkan informasi dari aktivitas yang akan dilakukan. Informasi tersebut antara lain adalah :

Menentukan tujuan kegiatan dan jenis medan.
Menetukan lokasi dan lamanya waktu perjalanan
Data tentang daerah tersebut, bisa didapat dari yang sudah pernah ke tempat tersebut sebelumnya atau dari peta daerah tersebut.
Akses menuju lokasi.
I.2. Mempersiapkan diri sendiri dan tim yang akan melakukan perjalanan, yang meliputi :

Latihan Fisik. Untuk meningkatkan ketahanan dan kekutan tubuh dalam menghadapi kondisi dan cuaca alam yang liar. Sadari kemampuan fisik dalam perjalanan.
Menentukan dan mengumpulkan Logistik yang mencakup perlengkapan peralatan pribadi, tim dan khusus, serta perbekalan makanan untuk seluruh personil dan cadangannya.
Pada perjalanan yang berat, dalam 1 (satu) hari setiap orang membutuhkan asupan makanan 5000 Kal dan 2 liter air.

Teammate. Hanya dengan komunikasi yang baik dan Mengenal lebih dalam tentang teman-teman seperjalanan kita dapat mengetahui hal-hal khusus dari personil tim. Misalnya penyakit khusus, kebiasaan yang menyimpang, dll dari rekan kita.
I.3 Penjadwalan kegiatan, yang mencakup :

Membuat Time Schedule, yang dimaksud disini adalah penjadwalan kegiatan terhitung sejak dimulainya perencanaan, persiapan hingga pengakhiran perjalanan
Membuat Rencana Operasional Perjalanan (ROP), termasuk menetukan titik start, camp dan titik finish.
I.4 Evaluasi dari persiapan yang telah dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *