Teknis Perjalanan

II. Teknis Perjalanan

Yang paling penting saat pendakian adalah melakukan AKLIMATISASI, yaitu menyesuaikan tubuh dengan kondisi di ketinggian yang memiliki cuaca, tekanan udara dan suhu yang berbeda dari biasanya.

II.1 Pengaturan perjalanan, misalnya pembagian tim yang dibagi dalam kelompok kecil berikut logistiknya dan timing perjalanan agar sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya (ROP)

II.2 Teknik berjalan saat pendakian

Saat menanjak : Jalan seperti biasa dan jangan mengangkat kaki terlalu tinggi dari lintasan dengan irama tetap (konstan). Untuk mempermudah aklimatisasi, dapat dilakukan dengan cara menyamakan irama langkah dan nafas kita.
Saat istirahat : Jika hanya sementara jangan duduk santai. Ketika istirahat besar, usahakan agar posisi kaki lebih tinggi dari kepala agar darah dapat mengalir kembali ke otak.
Saat turun : Jangan gunakan tumit sebagai tumpuan
II.3 Evaluasi pergerakan sehari-hari, misalnya tentang kesesuaian perjalanan dengan ROP, kondisi tim, perbekalan.

II.4 Kondisi Darurat

Menurunnya kemampuan fisik.
Ketika perlengkapan peralatan dan perbekalan makanan tidak mencukupi.
Ketika kehilangan orientsasi medan
III. Pasca Perjalanan

III.1 Periksa kondisi peralatan yang telah digunakan

III.2 Bersihkan peralatan yang kotor.

Dengan air murni dan jangan disiram dengan sabun (sleeping bag di dry clean)
Jangan dijemur langsung terkena sinar matahari
ketika disimpan lebih baik digantung dan jangan dilipat
III.3 Membuat Laporan Perjalanan yang telah dilakukan dengan tujuan agar memiliki data valid tentang perjalanan yang dilakukan tersebut. Kumpulkan data yang didapat selama perjalanan, antara lain :

Jadwal hasil kegiatan
Kronologis kegiatan
Hasil evaluasi selama di lapangan
Peralatan yang digunakan
Laporan keuangan
Hasil yang didapat dari perjalanan yang dilakukan
Dokumentasi foto / video
dsb
5. Perlengkapan Peralatan dan Perbekalan Makanan

Berguna agar kita tidak sengsara dan kelaparan selama perjalanan atau pendakian yang kita lakukan. Jika kita melakukan perjalanan 3 hari, maka bawalah bekal untuk 5 hari gunanya yaitu untuk menghadapi kondisi darurat. Setelah menentukan perjalanan yang akan dilakukan, barulah kita dapat menetukan perlengkapan dan perbekalan regu dan perorangan yang dapat dibagi menjadi :

Perlengkapan Komunikasi
Perlengkapan Pribadi
Perlengkapan Tidur
Perlengkapan Masak dan Makan
Perlengkapan Jalan (Dokumentasi, Navigasi, P3K, Survival)
Perlengkapan Khusus
Dalam merencanakan perjalanan, perencanaan perbekalan perlu mendapat perhatian khusus, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan perbekalan, yaitu :

Lamanya perjalanan
Aktifitas apa saja yang akan dilakukan
Kondisi medan dan cuaca yang akan dihadapi
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka ada beberapa persyaratan khusus yang harus diperhatikan :

Cukup mengandung kalori dan mempunyai komposisi yang memadai dan tidak asing di lidah.
Terlindung dari kerusakan, tahan lama dan mudah / sederhana dalam mengolahnya.
Sebaiknya makanan yang siap pakai atau tidak perlu memasaknya terlalu lama, irit bahan bakar dan air.
Ringan dan mudah dibawa
Untuk merencanakan komposisi bahan makanan agar sesuai dengan syarat di atas, kita dapat mengkajinya dengan langkah sebagai berikut :

Informasi tentang kondisi medan, perkiraan cuaca, aktifitas yang dilakukan dan lamanya waktu perjalanan. Perhitungan jumlah kalori yang dibutuhkan
Susun daftar makanan yang memenuhi syarat di atas, kemudian buatlah daftar menu makanan dan hitunglah total kalorinya setelah siap dimakan.
Persiapkan vitamin dan mineral untuk suplemen tambahan, secukupnya.
Setelah mengkaji hal – hal di atas, kita dapat membandingkan mana yang banyak mengandung hidrat arang, lemak, maupun protein. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di table komposisi bahan makanan (Depkes RI, Dit. Gizi).

Kandungan kalori Hidrat Arang 4 kal/gr, Lemak 9 kal/gr, protein 4 kal/gr. (Rangking tercepat yang menjadi kalori)
Kebutuhan kalori per 100 pounds berat badan:
Metabolisme Basal 1100 kal
Aktifitas Tubuh (kalori / jam)
Jalan Kaki 2 mil/jam 45 kal

3 mil/jam 90 kal

4 mil/jam 160 kal

Memotong kayu / nebas 260 kal

Makan 20 kal

Duduk (diam) 20 kal

Bongkar pasang ransel, bikin camp, dll 50 kal

Menggigil 220 kal

3. Specific Dynamic Activity (Factor) : ( 6% – 8%) dari I dan II

4. Total kalori dibutuhkan : I + II + III

Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dan perbekalan dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan disusun terlebih dahulu sebuah daftar (check-list), perlengkapan dan perbekalan kita kelompokkan lalu kita teliti lagi mana yang perlu dibawa atau tidak.

6. Menyusun Perlengkapan Dalam Ransel (Packing)

Yang menjadi dasar dari pacing adalah keseimbangan. Bagaimana kita menumpukan berat badan pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja seefisien mungkin. Dalam batas-batas tertentu frame yang dimiliki ransel dapat memberikan kenyamanan sewaktu menggendong beban. Namun bagaimanapun baiknya desain ransel yang dimiliki akan sedikit artinya apabila kita tidak mampu menyusun barang dengan baik. Berikut ini adalah prinsip pengepakan barang ke ransel (packing) :

Kelompokkan barang – barang dan masukkan ke dalam kantong plastic atau kantong parasit, terutama pakaian tidur / cadangan, kertas / buku, dll.
Tempatkan barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan kita. Barang – barang yang lebih ringan ditempatkan dibagian bawah.
Letakkan barang yang sewaktu – waktu diperlukan cepat, dibagian atas atau pada kantung luar (ponco, air minum, P3K, survival kit, dsb).
Semua hal ini ditujukan agar beban lebih dekat ke pundak dan tidak dperlu membongkar ransel dalam kondisi yang memerlukan reaksi cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *